
BAB I
PENDAHULUAN
a. LATAR BELAKANG
Arsitektur
yang berkelanjutan dan ramah lingkungan adalah salah satu tujuan utama yang
dibuat manusia untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik sebagai model utama
untuk semua aktivitas mereka. Untuk alasan ini, bergerak menuju arsitektur yang
lebih hijau adalah tujuan utama dari arsitektur masa kini yang dipikirkan
dengan matang
Bangunan tempat kita tinggal, bekerja, dan bermain melindungi kita dari ekstrem alam, namun juga memengaruhi kesehatan dan lingkungan kita dengan cara yang tak terhitung jumlahnya..
Green Architecture adalah penerapan pada bangunan yang meminimalkan efek berbahaya pada kesehatan manusia dan lingkungan. Arsitek atau perancang "hijau" berupaya melindungi udara, air, dan bumi dengan memilih bahan bangunan yang ramah lingkungan dan praktik konstruksi
b. RUMUSAN MASALAH
1. Apa saja manfaat dari penerapan Green Building?
2. Apa saja pertimbangan untuk Green Building?
3. Bagaimana perkembangan pada Green Building?
4. Apa saja studi kasus bangunan yang menggunakan Green Architecture?
c. TUJUAN
Penelitian ini dilakukan untuk dapat memenuhi
tujuan-tujuan yang dapat bermanfaat bagi para remaja dalam pemahaman tentang penerapan
Green Architecture. Secara terperinci tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Mengetahui
apa saja manfaat dari penerapan Green Building
2. Mengetahui pertimbangan
untuk Green Building
3. Mengetahui perkembangan pada Green
Building
4. Mengetahui studi kasus bangunan yang
menggunakan Green Architecture
d. METODOLOGI
Untuk mendapatkan
data dan informasi yang di perlukan, penulis mempergunakan teknik studi
kepustakaan atau studi pustaka. Tidak hanya itu, penulis juga mencari bahan dan
sumber-sumber dari media masa elektronik yang berjangkauan internasional yaitu,
Internet.
e.
SISTEMATIKA
PENULISAN
Pada karya ilmiah ini, akan dijelaskan hasil
penelitian dimulai dengan bab pendahuluan. Bab ini meliputi latar belakang
masalah, identifikasi masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, metode
penelitian sampai terahir kepada sistematika penelitian. Dilanjutkan dengan bab
ke dua yang berisi tentang tinjauan pustaka seperti manfaat, pertimbangan dan perkembangan
mengenai Green Building.
Bab berikutnya, penulis membahas secara
keseluruhan tentang studi kasus bangunan yang menggunakan prinsip Green
Architecture. Bab keempat merupakan bab penutup dalam karya ilmiah ini. Pada
bagian ini, penulis menyimpulkan uraian yang sebelumnya sudah disampaikan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
a. MANFAAT GREEN BUILDING
Bangunan hijau bukanlah tren pembangunan yang sederhana; itu adalah pendekatan untuk membangun yang sesuai dengan tuntutan zamannya, yang relevansi dan pentingnya hanya akan terus meningkat
• Kenyamanan. Karena rumah atau bangunan surya pasif yang dirancang dengan baik sangat hemat energi, bebas dari angin. Sinar matahari ekstra dari jendela selatan membuatnya lebih ceria dan menyenangkan di musim dingin daripada rumah konvensional
• Ekonomi. Jika ditangani pada tahap desain, konstruksi surya pasif tidak perlu biaya lebih dari konstruksi konvensional, dan dapat menghemat uang untuk tagihan bahan bakar
• Estetika. Bangunan surya pasif dapat memiliki penampilan konvensional di luar, dan fitur matahari pasif membuatnya tampak cerah dan menyenangkan.
• Bertanggung jawab secara lingkungan. Rumah surya pasif dapat secara signifikan memotong penggunaan bahan bakar pemanas dan listrik yang digunakan untuk penerangan. Jika strategi pendinginan pasif digunakan dalam desain, biaya pendingin udara musim panas dapat dikurangi juga.
b. PERTIMBANGAN UNTUK GREEN BUILDING
Green Building melibatkan pertimbangan dalam empat bidang utama: pengembangan lokasi, pemilihan dan minimalisasi bahan, efisiensi energi, dan kualitas udara dalam ruangan
• Pertimbangkan pengembangan lokasi untuk mengurangi dampak pembangunan terhadap lingkungan alami. Misalnya, arahkan bangunan untuk memanfaatkan pola akses matahari dan angin yang akan mengurangi beban pemanasan dan pendinginan.
• Pilih dengan hati-hati bahan yang tahan lama, mengandung konten daur ulang, dan diproduksi secara lokal untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
• Memasukkan desain hemat energi ke dalam bangunan untuk menciptakan lingkungan yang efisien dan nyaman. Manfaatkan elemen alam dan teknologi untuk menghemat sumber daya dan meningkatkan kenyamanan / produktivitas penghuni sambil menurunkan biaya operasional dan polutan jangka panjang
• Desain untuk kualitas udara dalam ruangan yang tinggi untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas penghuni.
• Meminimalkan limbah dalam proses konstruksi dan pembongkaran dengan memulihkan material dan menggunakan kembali atau mendaur ulangnya
c. PERKEMBANGAN PADA GREEN BUILDING
Perhatian di dalam arsitektur berkelanjutan
tumbuh secara radikal di awal abad ke-21, hal ini terjadi akibat dari respon
perkembangan lingkungan, tetapi pada kenyataannya masyarakat telah membangun
keberlanjutan selama ribuan tahun. Di sini ‘hijau’ atau ‘berkelanjutan’
berhubungan dengan efisiensi penggunaan bahan-bahan seperti air, energi,
bahan-bahan, habitat alam serta menyumbangkan pada lingkungan dan kesehatan
manusia yang ‘well being’. Banyak praktik kita yang sekarang adalah buta karena
tidak dibimbing oleh teori atau bersandar pada teori yang tidak mampu bertahan
(viable). Penggabungan teori dengan praktik secara khusus mencolok di dalam
arsitektur.Perkembangan desain inilah yang membuat kesalahan dalam memahami
lingkungan dan alam serta kehidupan masyarakat urban dan tradisional.
Pendapat Wines (2008) menjadi sangat jelas
bahwa bangunan-bangunan telah mengkonsumsi seperenam sumber air bersih dunia,
seperempat produksi kayu dunia, dan duaperlima bahan bakar dari fosil. Oleh
karena itu arsitektur merupakan salah satu target utama dari reformasi ekologi.
Kecenderungan saat ini banyak yang menoleh
pada arsitektur vernakular dan tradisional dalam melihat sebagai latar belakang
keilmuan, dan dijadikan dasar rancangan bangunan-bangunan di Indonesia.
BAB III
STUDI KASUS BANGUNAN
Rumah Roy House
Passive
Wilayah
studi kasus yang berletak di Yongin,
Gyeonggi-do, Korea Selatan ini dipengaruhi oleh iklim dari daratan Asia dan
memiliki 4 musim. Musim panas, musim semi, musim dingin dan musim gugur.
Rumah Roy House Passive
ini dibangun dari produk yang dipatenkan dan panel isolasi HIP-z (High
Insulated Panel). Ini merupakan metode untuk memenuhi non-terisolasi
dengan isolasi termal dan konstruksi dinding dan di saat bersamaan juga
memberikan kesempatan bagi konsumen untuk membangun sebuah rumah pasif dengan
biaya bangunan yang terjangkau.
Ruang keluarga ini memiliki jendela setinggi lantai
hingga langit-langit yang mengarah ke teras di luar ruangan. Sistem pasif
seperti jendela isolasi tinggiserta sistem ventilasi pemulihan panas dapat
memberikan performa tingkat tinggi di rumah ini.Lantai dua memiliki teras yang mengarah ke
luar rumah. Efisiensi pemanasan atau pendinginan secara signifikan tentu
tinggi karena datang dari teras di depan ruangan.
Rumah pasif adalah pusat bagi manusia dan alam, jadi
sebaiknya memilih material bangunan yang ramah lingkungan. Karena atmosfer di
sini sangat terasa sehingga membuat rumah lebih hangat dan stabil.
Di tangga rumah ini juga tak memerlukan pencahayaan.
Kehangatan dari luar jendela dapat dirasakan dari Heating Contractors.
Rumah pasif ini ingin memamerkan isolasi termal yang
sangat baik. Saat suhu dingin dapat menggunakan peralatan pemanas yang
minimalis. Tak hanya pemanasan, alat ini juga dapat mengontrol udara dalam
ruangan. Dengan begitu alat ini sangat ekonomis.
BAB IV
KESIMPULAN
Prinsip
Green
Architecture adalah: Fitur air dan manajemennya; desain bangunan alami;
desain surya pasif; bahan bangunan hijau; Arsitektur hidup. Prinsip-prinsip ini
diterapkan secara berkelanjutan untuk mencapai bangunan ramah lingkungan.
·
Bangunan yang telah
dirancang sesuai dengan standar keberlanjutan perlu dioperasikan dan dipelihara
sesuai dengan standar yang sama.
·
Bangunan yang dibangun
sebelum memberlakukan standar keberlanjutan ini juga dapat ditingkatkan untuk
memenuhi standar yang telah ditetapkan.
·
Bangunan hijau harus memiliki
sejumlah komponen umum: ini mencakup fokus pada efisiensi energi dan, dalam
beberapa kasus, energi terbarukan; penggunaan air yang efisien; penggunaan
bahan dan spesifikasi bangunan yang diinginkan lingkungan; minimalisasi limbah
dan bahan kimia beracun yang dihasilkan dalam konstruksi dan operasi bangunan;
kualitas udara dalam ruangan yang baik; dan mengawasi apa yang disebut
pertumbuhan "pintar" dan pembangunan berkelanjutan.
·
Green Architecture
menghasilkan manfaat lingkungan, sosial dan ekonomi. Secara lingkungan, Green
Architecture membantu mengurangi polusi, melestarikan sumber daya alam
dan mencegah degradasi lingkungan.
·
Bahan bangunan
tradisional harus disesuaikan untuk memenuhi standar kode yang diperlukan untuk
kesehatan dan keselamatan pada bangunan kontemporer. Tidak hanya harganya
efektif dan ramah lingkungan, tetapi, jika digunakan dengan benar, alternatif
alami ini sesuai dengan kekuatan dan daya tahan banyak bahan konstruksi utama.
·
Teknologi bangunan baru,
dan khususnya otomatisasi TIK dan material baru, akan terus diperkenalkan untuk
meningkatkan proses pembangunan berkelanjutan dengan tujuan mengurangi dampak
bangunan terhadap lingkungan sekitarnya dengan menggunakan sumber daya yang
lebih efisien (misalnya energi, air) ; meningkatkan dan melindungi kesehatan
dan kesejahteraan penghuninya; dan mengurangi dampak negatif apa pun.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.homify.co.id/ideabooks/1599120/rumah-hijau-di-korea-ini-jadi-pusat-perhatian
https://id.wikipedia.org/wiki/Korea_Selatan
Bauer, Michael. Peter
Mösle., dan Michael
Schwarz.2010.Green Building Guidebook for Sustainable.
Karyono, Tri Harso. 2010. Green Architecture: Pengantar Pemahaman Arsitektur Hijau Di Indonesia. Jakarta:Rajawali Pers
Antariksa .2011. Fenomena
Arsitektur Hijau, Arsitektur Ramah Lingkungan dan Arsitektur Berkelanjutan.